Akibat Yang Ditimbulkan HIV di Dalam Lingkungan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).



Akibat menurunnya fungsi kekebalan tubuh manusia, maka tubuh akan rentan terhadap infeksi oportunistik, atau mudah terkena tumor, sehingga berdampak pada penurunan kesehatan secara bertahap.

Tak hanya berdampak pada penurunan kualitas kesehatan seseorang, terdapat juga akibat yang ditimbulkan HIV di dalam lingkungan. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah pemberlakuan hukuman sosial bagi para penderita HIV-AIDS, seperti tindakan penghindaran, pengasingan, penolakan, dan diskriminasi pada penderita HIV-AIDS. Terkadang hukuman sosial ini juga ditimpakan pada orang-orang yang diduga terinfeksi HIV, dan bahkan pada petugas kesehatan atau relawan yang terlibat dalam perawatan ODHA (Orang yang hidup Dengan HIV-AIDS).

Selain hukuman sosial, akibat yang ditimbulkan HIV di dalam lingkungan juga termasuk menghambat pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.  HIV-AIDS merupakan penyakit yang mematikan, dan berdasarkan hasil penelitian di negara berkembang, dalam kurun waktu 5 tahun setelah terinfeksi HIV, jika penderita infeksi HIV tidak segera ditangani, 80-90% di antaranya akan meninggal dunia.

Sebagai akibatnya, banyak penderita HIV-AIDS pada usia produktif yang meninggal pada usia muda. Dengan meningkatnya tingkat kematian penduduk usia produktif di suatu daerah, hal ini akan mengurangi sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman kerja yang memadai.  Dengan semakin berkurangnya sumber daya manusia yang produktif, hal ini akan melemahkan mekanisme produksi dan investasi sumber daya manusia di daerah tersebut, yang dalam jangka panjang akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Akibat yang ditimbulkan HIV di dalam lingkungan juga termasuk dampak di kalangan rumah tangga. Pada umumnya, penderita HIV-AIDS tidak dapat melakukan pekerjaannya secara maksimal, atau bahkan harus kehilangan pekerjaan karena kondisi fisiknya yang kurang baik, sehingga mereka berpotensi kehilangan pendapatan. Di samping itu mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perawatan medis, sehingga untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut, beberapa di antara penderita harus mengalihkan anggaran dari pos pengeluaran lainnya, seperti anggaran pendidikan . Hal ini berdampak pada penurunan kualitas kehidupan rumah tangga dengan pasien HIV-AIDS.

Post a Comment

0 Comments