Kontrol Papsmear Dengan Teratur Langkah Penting Mencegah Kanker Serviks

Kita tidak tahu kapan penyakit hadir mendekati kita. Begitu halnya penyakit membahayakan seperti kanker serviks atau kanker leher rahim yang seolah hadir mendadak, sebab penyakit beresiko ini bisa menyerang siapapun tanpa pertanda atau tanda-tanda spesial. Hingga sering pasien merasakan sakit bila kanker serviks yang bersarang di tubuhnya itu telah sampai fase lanjut.



Di Indonesia tiap hari ada 40 masalah baru serta tiap satu jam, satu wanita pasien kanker serviks wafat. Oleh karenanya memerlukan usaha mencegah serta penyembuhan untuk menangani kanker serviks. Kanker serviks dikarenakan oleh human papiloma virus (HPV) yang menyebar diantaranya sebab gaya hidup tidak sehat, seringkali berubah-ubah pasangan, hubungan seks sebelum berumur 20 tahun serta dampak nikotin (perokok).

Terkait dengan kebersihan diri, virus HPV dapat beralih dari tangan satu orang yang sentuh wilayah genital selanjutnya virus menyerang leher rahim. closet juga bisa jadi sumber penyebaran kanker serviks. Bila closet di toilet biasa ada virus pemicu kanker serviks dari pasien yang memakai closet itu, karena itu virus HPV bisa beralih ke wilayah genital kita. Oleh karenanya yakinkan closet biasa yang kita pakai betul-betul dalam kondisi bersih.

Pola hidup yang kurang sehat bisa jadi penyebab penting bertambahnya jumlahnya pasien kanker serviks. Kurang konsumsi vitamin C, vitamin E, asam folat serta rutinitas merokok bisa jadi penyebab mengembangnya virus HPV. Dengan beberapa konsumsi makanan bergizi akan membuat ketahanan badan bertambah hingga dapat menahan serta menyingkirkan virus HPV.

Memang pada step awal kanker serviks sering tidak terdeteksi benar-benar terkecuali berlangsung infeksi diawali dengan sinyal seperti keputihan. Dapat didapati sesudah berlangsung pendarahan vagina di luar waktu menstruasi, keluhan sakit sesudah melakukan hubungan intim serta infeksi aliran pada kandung kemih. Pada fase lanjut menyebabkan rasa sakit pada panggul, berat tubuh alami penurunan, nafsu makan hilang, pendarahan, serta anemia karena pendarahan.

Proses berlangsungnya kanker servis memerlukan waktu inkubasi lama yakni di antara 10 sampai 20 tahun sesudah terinveksi HPV. Hingga lumrah saja, pada step awal perubahannya kanker serviks susah terdeteksi. Oleh karenanya, tiap wanita dianjurkan untuk lakukan papsmear minimum dua tahun sekali serta lakukan tes IVA (peninjauan visual dengan asam asetat).

Kontrol pap smear ialah kontrol dengan ambil contoh beberapa sel leher rahim, selanjutnya dianalisa untuk menjumpai awal kanker leher rahim. Lewat papsmear dapat diketemukan terdapatnya birus HPV serta beberapa sel abnormal yang bisa menjadi sel kanker. Bila didapati semenjak awal atau step awal infeksi, karena itu bisa selekasnya dikerjakan aksi mencegah serta penyembuhan supaya tidak jadi lebih kronis .

Lakukan kontrol pap smear disarankan oleh tiap wanita, khususnya yang telah berkeluarga serta pernah melahirkan. Kontrol papsmear dengan teratur adalah langkah mencegah kanker serviks. Serta papsmear seharusnya dikerjakan seputar 5 hari sesudah haid atau menstruasi atau 10 sampai 20 hari sesudah hari pertama haid, supaya leher rahim bersih dari sisa-sisa haid. Diluar itu dianjurkan dua hari sebelum papsmear, seharusnya tidak bersihkan vagina dengan cream atau sabun apa pun, serta tidak lakukan penyemprotan obat atau larutan khusus mengarah liang vagina.

Sebelum pap smear jauhi memakai tampon atau obat-obatan yang dimasukkan ke vagina, contoh cermat untuk KB serta menghindarkan dulu jalinan intim suami istri. Seharusnya tidak mandi berendam mendekati pap smear, sebab di kuatirkan saat berendam ada sisa-sisa sabun yang ketinggalan atau masuk ke vagina. Bila Anda keputihan seharusnya katakan pada orang yang mengecek, terhitung semua keluhan yang Anda alami. Seperti gatal-gatal, sakit atau panas (seperti terbakar) di vagina. Serta jika hasil pap smear kurang bagus (abnormal), selekasnya memberitahukannya pada dokter.

Post a Comment

0 Comments