Menikah Tanpa ada Pacaran, Cerita Riil Wanita Taaruf dengan Bertukar CV

Nurul Auliani atau akrab dipanggil Nuning sekarang telah menikah 11 tahun dengan pria yang dikatakannya gambarnya ia lihat waktu sujud di muka Kabah. Mereka menikah pada 2008 serta telah memiliki tiga anak, sesudah lewat proses taaruf.



"Saya berdoa serta meminta pada Allah supaya diberi jodoh. Saat di muka Kabah serta sujud, ada tergambar figur satu orang yang mukanya seperti suami saat ini. Walau sebenarnya saya tidak pernah bertemu benar-benar," demikian Nuning bercerita. Nuning adalah satu diantara cerita riil wanita yang sukses jalani taaruf.

Simak juga: Indahnya Taaruf, Cerita Nikah Tanpa ada Pacaran Sociopreneur Amaliah Begum

Nurul Auliani atau akrab dipanggil Nuning sekarang telah menikah 11 tahun dengan pria yang dikatakannya gambarnya ia lihat waktu sujud di muka Kabah. Mereka menikah pada 2008 serta telah memiliki tiga anak, sesudah lewat proses taaruf.

Nuning benar-benar tidak menduga figur pria yang gambarannya ia lihat waktu umrah pada Maret 2008 ditemuinya setelah pulang ia ke Tanah Air. Ia lihat figur pria bernama Deden Budi Awaludin itu yang tengah hadir ke kantornya. Serta ia awalnya benar-benar tidak kenal pria itu.

"Saat saya kembali pada Tanah Air, di kantor itu ada relasi perusahaan serta saya tidak paham ini siapa.

Tanpa ada sama-sama kenal, Nuning selanjutnya mendapatkan penawaran taaruf dari pria itu. Proses taarufnya dengan pria yang sekarang jadi suaminya itu diawali dengan bertukar CV. Dalam CV itu mereka sama-sama memberi info diri, biodata, visi - misi pernikahan serta persyaratan dalam cari pasangan.

"Dalam CV itu lebih detil sifat-sifat yang baik serta jeleknya yang perlu dieksplore agar kelak calon kita tidak terkejut. Tidak dapat masak misalnya. Jadi kalaulah berjodoh, pasangan kita tidak terkejut," kata Nuning.

Nuning mengawali proses taaruf dengan Deden pada April 2008. Ia selanjutnya dilamar pada Juli 2008 serta menikah pada Oktober 2008.

Sesudah 11 tahun pernikahan serta telah memiliki tiga anak, Nuning akui belum pernah ada rasa penyesalan jalankan taaruf. Nuning juga share panduan bagaimana pernikahannya yang lewat proses taaruf dapat bertahan sampai sekarang.

"Sebab sebenernya taaruf itu kan berproses serta memiliki pilihan lanjut ataukah tidak. Jika contohnya kita sudah mengetahui orang itu kurang baik bikin kita, jika kita lanjutkan kan justru salah. Malah taaruf ini kita perbanyak info serta kita sandingkan persyaratan apa yang kita harap. Jadi jika telah match serta kita barengi dengan solat istikharah, di situlah letak keberkahannya," katanya.

Selanjutnya Nuning menjelaskan ia serta suaminya semenjak awal telah memastikan misi serta visi jalani rumah tangga. Penetapan misi serta visi dan pengenalan lewat proses taaruf yang selanjutnya membuat mereka jalani rumah tangga lebih terukur.

"Maka bila ada persoalan ya coba untuk pelajari serta jika ada persoalan kita balikin ke Al Qur'an serta hadits. Serta kita baca kembali mengenai pengetahuan berumah tangga, parenting serta persetujuan itu dibuat diawalnya, alhamdulillah memudahkan kita untuk jalani kehidupan berumah tangga.

Post a Comment

0 Comments